Pages

Sunday, 12 May 2013

CARA JITU BUAT BLOG 5 MENIT

CARA MENGEDIT TULISAN YANG SUDAH DIUPLOAD

Jika kita sudah selesai membuat blog kita dan ingin melihat hasilnya maka anda bisa cek di View Blog. Namun apabila kita sudah sign out (keluar), maka kita harus masuk dalam laman web : www.blogger.com. Kemudian kita sign in dengan menggunakan email kita seperti ketika mendaftar membuat blog dan mengisi kata laluan (password).
Setelah itu barulah kita klik EDIT POSTS.
Selamat mencoba.

MEMBUKA BLOG YANG BARU KITA BUAT

Setelah kita berjaya membuat blog kita maka tentunya kita ingin melihat sendiri hasil karya kita agar orang lainpun dapat membuka blog kita.
Untuk tujuan itu kita tentunya harus ingat nama blog kita. Contohnya: www.namablogkita.blogspot.com. Kalau kita membuat blog dengan memberi nama kursusqiraati maka alamat blog kita sebagai berikut: www.kursusqiraati.blogspot.com.

Selamat berjaya dan selamat mengiklankan blog anda kepada orang ramai agar boleh dikunjungi oleh siapapun dari mana sahaja di seluruh pelosok bumi.

ANDA TELAH BERHASIL MEMBUAT BLOG


Langkah ketiga tadi adalah langkah terakhir dalam pembuatan blog secara dasar. Setelah anda mengklik CONTINUE pada langkah ketiga, maka muncullah paparan seperti pada gambar sebelah. Dengan itu anda telah berhasil membuat blog anda. Selanjutnya anda bisa menuliskan apa sahaja pada blog anda. Selamat dan Tahniah.


Untuk menambah variasi pada blog anda, maka akan saya lanjutkan pada waktu yang akan datang. Silahkan anda berlatih dulu pada pelajaran-pelajaran yang telah saya berikan.

LANGKAH KETIGA


Langkah selanjutnya anda perlu memilih salah satu tamplate yang akan digunakan oleh blog anda. Anda bisa memilih warna dan model yang anda sukai.
Setelah anda pilih salah satu, maka anda lanjutkan dengan mengklik CONTINUE.
Anda tidak perlu risau tentang tamplate ini karena jika anda kurang cocok dengan pilihan anda tadi, maka anda bisa mengganti tamplate lain pada setiap saat anda kehendaki.
Bahkan banyak situs-situs yang memberikan tamplate gratis selain yang ada di dalam situs blogger ini.

LANGKAH KEDUA




Setelah mengklik CONTINUE maka akan muncullah paparan seperti di sebelah. Anda namakan blog anda. Seperti blog ini, saya beri nama CARA BUAT BLOG. Anda boleh menamakan apa sahaja mengikut selera anda.
Di bawahnya anda tuliskan alamat blog anda. Seperti blog saya ini, alamatnya : http://www.cara-buat-blog.blogspot.com/. Nah anda bisa menamakan apa sahaja alamat blog anda, dengan syarat belum ada orang lain yang membuat lebih awal nama yang sama dengan alamat yang anda tuliskan. Jadi ulangilah lagi sehingga nama itu diterima. Jika diterima maka akan diberi tanda "available".
Kemudian tuliskan huruf yang ada pada word verification, dan klik CONTINUE

MEMBUKA AKAUN BLOG ANDA


Setelah mengklik CONTINUE maka akan muncullah paparan seperti di sebelah. Anda membuka akaun dulu yaitu dengan mengisikan email anda, dan ulangi sekali lagi. Kemudian buatlah password anda dan isikan semula password anda sekali lagi.
Anda tidak boleh lupa email dan password anda ini, karena diperlukan sekali ketika anda ingin mengisi tulisan pada blog anda atau mengedit dan menambah apa-apa dalam blog anda.
Kemudian tuliskan huruf yang ada pada word verification, dan klik CONTINUE.

LANGKAH PERTAMA


Pertama-tama anda perlu membuka situs : https://www.blogger.com/start . Setelah itu klik pada perkataan CREATE YOUR BLOG NOW.
Jika paparan baru sudah muncul, maka anda isikan sahaja apa yang di dalam kotak-kotak:
email address sehingga word verification.
Jika sudah terisi semua, anda tinggal mengklik CONTINUE.

APA ITU BLOG

Blog adalah sngkatan dari Weblog. Orang pertama yang memperkenalkan blog adalah Jorn Barger 1997 pada bulan Desember.
Blog bisa dianggap sebagai laman web pribadi. Ia bisa dijadikan sebagai catatan harian pribadi, majalah pribadi, rumah pribadi, kedai pribadi dan buku pribadi. Kita bisa menuliskan apa saja di dalam blog tersebut.
Jika anda ingin menuliskan isi hati anda dan ingin diketahui oleh umum, maka blog ini adalah salah satu jalan keluar. Anda juga bisa mengajar orang banyak dengan menggunakan blog. Jadi amatlah banyak fungsi blog ini mengikut keinginan penulisnya.
Seperti sekarang ini, saya gunakan blog ini untuk mengajar anda cara membuat blog. Dan bagusnya blog ini adalah gratis.
Anda bisa gunakan blog sebagai toko anda. Dengan itu anda bisa mengiklankan barang-barang yang ingin anda jual atau apa-apa produk yang anda pasarkan.
Karena saya juga sedang belajar dalam membuat blog ini, maka saya akan mengajar anda dasar-dasar membuat blog yang saya ketahui. Anda beruntung karena menemukan blog ini yang akan mengajar anda langkah demi langkah dari awal.
Ikutilah langkah-langkah dengan sabar dengan banyak latihan. Tentunya pada tahap permulaan anda belajar membuat blog ini, anda akan mengalami banyak kesalahan. Tetapi hal itu biasa dan jangan takut kerana setiap kesalahan dapat anda perbaiki dan edit di kemudian hari.

Tutorial Delphi

FREE E-BOOK
E-Book Belajar Pemrograman Delphi
Size : 1160 KB
Download
E-Book Belajar Adobe Photoshop
Size : 135 KB
Download
E-Book Tips Microsoft Excel
Size : 790 KB
Download

FREE CONTOH MEMBUAT PROGRAM
Contoh Delphi dihubungkan dengan Ms Access
Size : 294.97 KB
Download
Contoh Delphi Membuat Software Expired
Size : 154.86 KB
Download
Contoh Delphi Membuat Form Gradient
Size : 147 KB
Download

Perjalanan ke Bira Beach

Beberapa hari sebelum tanggal keberangkatan ke Makassar, dalam perjalanan menuju Asep Strawberry di daerah Nagrek… tiba2 sy dapet pesan singkat di HP yang berbunyi : “Kita sudah booking pesawat Jakarta-Makassar PP buat berangkat tanggal 15 Nov 2012 dengan harga xxxx (sy lupa tepatnya)”. Dengan tanpa bertanya setuju tidaknya, temen2 jalan saya dengan percaya dirinya pesenin tiket pesawat Jakarta-Makassar PP secara tiba2. Kebetulan temen2 saya lagi berada di pameran travel di Grand Indonesia, dan pas lagi ada di stand penerbangan Citilink dia liat lagi ada tiket promo Jakarta – Makassar yang murah. Belakangan ini emang tujuan jalan2 saya tergantung kepada arah tiket pesawat yang murah mengarah, dimana ada tiket pesawat murah disitulah saya bakal berangkat. Sekarang emang suka di balik persiapan jalannya dan tujuan mau kemana di planning setelah tiket di tangan. Pesan singkat tersebut sebenarnya tidak saya perhatikan karena saya lagi di jalan dalam perjalanan ke Nagrek, setelah pulang dari Nagrek barulah otak saya berputar mau kemana yah kita kalo di Makassar hmmmm walopun di otak saya kalo menyebut sulawesi selatan pasti tertuju ke Taman Laut Takabonerate. Dan seperti yang sudah-sudah urusan tempat tujuan yg di tuju selalu saya yang nge-arrange, dan lagi-lagi saya cuma mengandalkan googlemap buat melihat-lihat kandidat tempat yang mau dituju.

Setelah kotak-katik dan zoom-in zoom-out peta Sulawesi Selatan, posisi mouse selalu mengarah ke Takabonerate. Saya alihkan ke tempat lain tetapi tangan yang mengendalikan mouse tersebut selalu mengembalikan ke posisi Takabonerate. Tetapi apa daya waktu yang di butuhkan ke Takabonerate minimal harus 5 hari, sedangkan saya cuma punya waktu 4 hari. Akhirnya dengan terpaksa tangan ini mengendalikan mouse ke arah lain, tetapi tetap tidak jauh dari Takabonerate hehehe. Dan posisi tempat yang beruntung tersebut adalah Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba-Sulsel, karena setelah googling ternyata lokasinya cocok buat saya yg menyukai suasana laut. Dan kriteria laut atau pantai yang bagus itu yang pertama adalah laut atau pantai dengan kondisi yang aman dan nyaman untuk berenang atau snorkeling. Otomatis kalau laut tersebut nyaman buat berenang berarti kondisi air lautnya harus bersih dan banyak terumbu karangnya. Dan biasanya kalau ada laut yang kondisi airnya bersih dan tidak bergelombang tinggi biasanya disitu pulalah terumbu karang bakal berada. Dan kalau bawah lautnya sudah ok biasanya juga pemandangan atas lautnya juga di jamin mantab.
Untuk sekarang saya suka gereget dan sayang kalau melihat pemandangan laut yang keren dan kondisi sekitar yang bersih tetapi lautnya ngak bisa di pakai buat berenang untuk dinikmati keindahan bawah lautnya. Seperti halnya ketika saya menyusur pantai2 yang ada di Gunung Kidul, bisa di pastikan pemandangan di daerah tersebut keren abis … tetapi bagi saya serasa ada yang mengganjal dan kurang karena kondisi gelombang pantai laut selatan yang terkenal dasyat yang tidak memungkinkan lautnya untuk dipakai buat berenang dan snorkeling.
Bulukumba - Sulsel Bulukumba - Sulsel
In the middle of nowhere @Flores sea
Berhubung pengetahuan geography dan skill membaca peta saya lebih baik di banding temen2 jalan saya, maka mereka mempercayakan saya 100% dalam hal lokasi tujuan,itenary dll. Dengan berbekal pengetahuan dari peta google map, akhirnya Itenary pun di bikin dan Sulawesi Selatan bagian selatan-lah yang akan di coba untuk di kunjungi. Setelah beberapa kali revisi akhirnya jadi juga itenary buat perjalanan 4 hari yaitu Makassar-Tanjung Bira (Pulau Liukang+Kambing+Pantai Bara+Tanaberu+Pantai Lemo-lemo+Panrang Luhu dll)-Desa Adat Ammatoa di Tana Towa Kajang-Keliling Pulau sekitar Makassar (Pulau Samalona). Dan semua tempat di Itenary tersebut belum pernah ada yang saya kunjungi, bahkan kelak nanti ketika pertama kali mendarat di Makassar, itu merupakan kota pertama di pulau Sulawesi yang pertama saya kunjungi.
Kurang lebih jam 02:15 kamis dini hari waktu setempat (WITA), pesawat yang kami tumpangi mendarat di Sultan Hasanuddin International Airport, Makassar. Dan memang kebetulan jadwal Citilink Jakarta-Makassar adanya malam hari, berangkat dari Soekarno-Hatta Airport sekitar jam 22.50 WIB. Melihat kondisi bandara Sultan Hasanuddin benar-benar enak di mata karena bangunan yang masih baru dan bersih, sepertinya beberapa kota di Indonesia seperti Balikpapan dan Pekanbaru sedang membangun kembali Bandaranya dan ini semakin membuat bandara Husein Sastranegara di Bandung seperti Bandara kota2 terpencil di Indonesia bahkan bisa jadi lebih jelek, yang tempat parkirnya pun susahnya minta ampun saking kecilnya.
Karena jam masih menunjukan waktu dini hari, sambil menunggu jemputan mobil jam 4 pagi, kamipun nongkrong di kedai kopi bandara dengan kondisi mata yang mengantuk. Dan tidak terasa waktu pun sudah menunjukan jam 4 subuh serta supir mobil rental yang kami sewa pun sudah menunggu kami di tempat parkir. Dan perjalanan darat yang panjang pun siap menanti kami di depan, dan mungkin itulah yang ada di otak kami setelah membaca beberapa pengalaman orang2 yang pernah jalan dari Makassar ke Tanjung Bira. Karena penasaran tentang jarak dan lamanya perjalanan ke tanjung bira, saya pun bertanya ke pak supir untuk memastikan waktu yg di butuhkan sampai ke anjung bira. Dan ternyata dengan sangat santai dia pun menjawab kalau waktu yang di butuhkan tidak akan lebih dari 4 jam jadi sekitar 3-4 jam-an. Hmmmm agak pesimis dan tidak percaya juga ketika pak supir bilang gitu, soalnya beberapa pengalaman orang di blog pada nulis diatas 5 jam.
TanaBeru, Bulukumba - Sulsel Panrang Luhu, Bulukumba - Sulsel
Panrang Luhu, Bulukumba - Sulsel Panrang Luhu, Bulukumba - Sulsel
The Great Phinisi
Setelah itu kami serahkan seluruh perjalanan darat ini ke pak supir yang asli Makassar hehe, GPS pun saya nyalakan dan titik 0 KM perhitungan kami berada di Bandara Sultan Hasanuddin. Beberapa saat keluar dari bandara langsung masuk jalan tol, dan kurang lebih setelah perjalanan 16KM kami pun keluar dari pintu tol. Perjalanan terus mengarah ke arah selatan kota Makassar tepatnya menuju Takalar dengan melewati Gowa terlebih dahulu pastinya. Kira2 sekitar jam 5 subuh kami pun istirahat sebentar di pom bensin sambil melaksanakan sholat subuh, setelah itu perjalanan terus berlanjut, dan sekitar jam 6 kurang di jalan raya Takalar-Jeneponto kami sarapan pagi dengan menu seadanya yaitu Jala Kote (sejenis pastel) sama ketan tanpa isi. Lumayan lama kami istirahat, setelah kenyang perjalanan lanjut terus dan tak terasa jarak yang di tempuh sudah mencapai 100km lebih ketika sampai di Jeneponto. Bak supir Formula One, pak supir mengemudi dengan kencangnya saking kencangnya beberapa saat kemudian kami pun sudah mau keluar dari kota Bantaeng tepatnya di tempat wisata pantai di Bantaeng tepat sejauh 138km perjalanan dari bandara.
Ada pemandangan yang tidak biasa di sepanjang perjalanan Takalar-Jeneponto-Bantaeng, yaitu disisi kanan jalan raya yang di selingi pantai dan padang rumput sedangkan di sisi kiri jalan padang rumput serta pegunungan, dan pemandangan yang tidak biasa itu adalah banyaknya kuda-kuda yang berkeliaran di pandang rumput dengan di selingi jejeran pohon-pohon lontar dan bukan pohon kelapa. Banyaknya kuda mungkin karena disini Coto Kuda sudah menjadi makanan khas sekitar sini, jadi kuda2 tersebut ‘mungkin’ diambil dagingnya dan bukan tenaganya, karena kalo saya lihat memang bentuk tubuh kudanya sepertinya bukan untuk kuda pacu tapi ‘mungkin’ kuda sayur karena kecil hehee.
Pantai Lemo-Lemo, Bulukumba - Sulsel Tanjung Bira, Bulukumba - Sulsel
Tanjung Bira, Bulukumba - Sulsel Tanjung Bira, Bulukumba - Sulsel
Pantai Lemo2 dan Tanjung Bira
Beberapa saat sebelum memasuki kota Bulukumba hujan deras pun turun dan ketika sampai di Bulukumba kilometer di GPS menunjukan jarak 168km. Melewati Bulukumba hujan semakin menjadi, jarak pandang semakin menipis, tapi untungnya tidak berlangsung lama karena di kilometer 191 tepatnya di pertigaan kawasan pengrajin perahu phinisi di Tanaberu cuaca pun kembali cerah. Dan tepat setelah melalui jarak 207KM dari bandara Hasanuddin pintu masuk kawasan wisata Tanjung Bira sudah menyambut, kamipun bayar tiket dan lanjut terus dan ternyata disisi kiri jalan menuju ujung jalan dan mentok di pantai banyak sekali penginapan2, dan sekitar 1km dari pintu masuk atau di GPS tercatat 208KM GPS tepatnya jam 8.30 WITA saya pun matikan GPS karena di depan sudah ada pemandangan pantai yang sangat indah. Jadi total waktu yang dibutuhkan kurang lebih 4 jam 30 menit itupun sudah di termasuk 2 kali waktu istirahat untuk sholat subuh dan sarapan pagi yang cukup lama, mungkin total waktu istirahat yang kita ambil lebih dari 30 menit, jadi kalau nonstop ngebut tanpa istirahat dengan kondisi jalan sepi karena perjalanan subuh/pagi, memang waktu 4 jam itu waktu yang sudah lebih dari cukup untuk melintasi Tanjung Bira dari Makassar.
Walaupun masih pagi, cuaca yang cukup menyengat membuat keringat mengucur deras, dan kamipun keliling lihat-liat keadaan sekitar sambil mencari penginapan. Dan berhubung sekarang ini pas long weekend setelah kesana kemari cari penginapan yang kebanyakan sudah full akhirnya dapet juga di Hotel Sapolohe, itupun yang kosong cuma semalam dan malam berikutnya harus cari penginapan lagi. Kondisi hotel tepat menghadap pantai, jadi buat yang pengen seru-seruan main di pantai hotel ini cocok sekali, tetapi pelayanan hotel yang kamarna lumayan banyak di handle oleh 1 orang. Orang itu merangkap resepsionis dan house keeping hahahaa. Jadinya pelayanannya jauh dari yang diharapkan walopun harganya lumayan mahal. Belum lagi kondisi kamarnya yang kurang ok .. tapi berhubung cuma hotel ini yang menyediakan kamar kosong dan posisi yang depan pantai, mau tidak mau kita booking.
Setelah dapat kamar .. hal pertama yang dilakukan adalah explore sekitar tanjung bira, dan kita coba mengunjungi Pantai Bara yang berada di sebelah barat Tanjung Bira. Jalan jelek berbatu yang mengecil mengarah ke arah rimbunan pepohonon, tetapi semakin ke dalam rimbunan pepohoan tersebut semakin banyak bangunan2 yang berbentuk kotak yang tidak besar dan hanya ada satu pintu kalau di lihat dari jalan. Bangunan satu pintu tersebut kalau di lihat dari luar kedalam bangunan benar2 gelap, ada banyak wanita2 yang ‘agak’ berdandan menor dengan pakaian u can see nya, lagi bersenda gurau. Dan hampir semua bangunan tersebut di depannya terpampang board merek Bir lokal terkenal, dan emang tempat ini “katanya” di kususkan buat tempat lokalisasi buat org2 yg mau melampiaskan hawa nafsunya. Setelah melewati tempat lokalisasi di tengah hutan tersebut jalan semakin ancur dan semakin mengecil, dan di beberapa pertigaan jalan ada papan nama bertuliskan Pantai Bara, kami pun tetap mengikuti arah yang ditunjuk oleh papan nama tersebut.
Pantai Bara, Bulukumba - Sulsel Tanjung Bira, Bulukumba - Sulsel
Pantai Bara, Bulukumba - Sulsel Tanjung Bira, Bulukumba - Sulsel
Pantai Bara dan Tanjung Bira
Diujung jalan buntu akhirnya kami pun sampai di Hotel Tanjung Bara. Dan suasana sekitar benar2 sunyi dan sepi, sebenarnya tempat seperti inilah yg saya kangenin, melihat kepantai yang sepi seolah2 hanya ada saya sendiri yang berdiri di hamparan pasir pantai putih yang bersih dan panjang. Sebentar kami menikmati keindahan pantai Bara selanjutnya menuju hotel buat istirahat sejenak sambil menunggu sore hari buat snorkeling di pantai tanjung bira-nya. Sebenarnya setelah melihat keadaan sekeliling, pemandangan sekitar sini ternyata dibawah ekspektasi saya, mungkin karena musim hujan, sepanjang hari terus turun hujan gerimis. Dan ketika sore harinya ketika mencoba snorkeling di depan Pantai Bira nya pun kurang memuaskan karena tidak ada yang bisa di lihat hahaha.
Beberapa KM sebelum Tanjung Bira sebenarnya ada pusat pembuatan kapal Phinisi di 3 daerah yaitu Tana Beru, Lemo-lemo dan Panrang Luhu. Tetapi ketika berangkat kami mampir ke Panrang Luhu terlebih dahulu dan ternyata perahu-perahu phinisi yang di buat disini benar-benar perahu phinisi raksasa yang super besar. Lokasi pembuatan perahunya sendiri benar2 mengagumkan karena di belakang pemandangan pantai dengan pasir putihnya tersebut berdiri beberapa perahu Phinisi yang sedang di bangun dengan kokohnya. Perahu2 Phinisi tersebut diselubungi oleh kayu-kayu keras khas kapal phinisi. Setelah lumayan terkesima melihat ukuran perahu phinisi tersebut dengan meminta izin terlebih dahulu saya naiki perahu2 yang setengah jadi tersebut. Dan ketika menaiki melihat dari dekat, semakin takjub saya melihatnya karena ukuran balok kayu2 yang super besar tersebut di susun sedemikian rupa sehingga membentuk perahu yang sangat melegenda.
Malam hari di Tanjung Bira mengingatkan saya ke kawasan wisata pantai di Pangandaran, walaupun tidak seramai di Pangandaran tetapi sepertinya nanti sudah mulai mengarah ke suasana ramai seperti di Pangandaran. Setelah hunting makan malam yang tidak terlalu special (kelemahan wisata di Tanjung Bira sepertinya di makanan) kami pun langsung menuju bantal masing2 buat istirahat, karena rencananya esok hari kami akan keliling pulau Kambing dan Liukang buat main air sepuasnya hehe.
Pagi hari cuaca mendung dan panasnya tidak menyengat seperti kemarin, tetapi sayang kami tidak bisa menyewa perahu buat ke pulau Kambing dan Liukang karena perahu2 nya masih terdampar di tepi pantai yang berkarang dan harus menunggu laut pasang buat membawa perahu ke tengah laut. Ketika kami menunggu di warung di tepi Pantai Bira hujan pun turun lumayan deras, agak sedikit ragu apakah hari ini bisa main ke pulau2 tersebut atau tidak. Tetapi setelah di tunggu hujan pun reda dan laut sudah mulai pasang sehingga perahu sudah bisa keluar dari perangkap batu2 karang pantai Bira.
Pulau Liukang, Bulukumba - Sulsel Pulau Liukang, Bulukumba - Sulsel
Pulau Kambing, Bulukumba - Sulsel Pulau Liukang, Bulukumba - Sulsel

Pulau Kambing dan Pulau Liukang
Speedboat kecil yg kami sewa 250rb pun melaju dengan kencang menuju pulau Kambing yang tidak berpenghuni selain kambing (kata tukang perahunya hehe). Dan setelah sampai di pulau Kambing sy pun tanpa banyak pertimbangan langsung pasang masker dan fin, bahkan tanpa saya sadari kaos luar yang dipakai sebagai pelapis rush guard di badan saya pun belum di buka dan saya baru sadar setelah melihat poto underwater kalo saya snorkeling sambil menggunakan kaos yg menempel di badan saya wkkk. Alhasil saya ketika keliling pulau basah-basahan terus sampai kering sendirinya karena tersengat matahari. Di bagian pulau Kambing yang saya dekati tidak terdapat pantai yang ada tebing2 lumayan curam sebagai pembatas air laut dan pulau, sehingga kami pun tidak sempet untuk mendarat dan menaiki pulau Kambing, hanya bisa menikmati suasana keindahan bawah laut sekitar pulau Kambing. Dan kondisi terumbu karang disini masih sangat terawat dan bersih, keadaan ini tentunya mengobati kekecewaan saya ketika snorkeling di pantai Tanjung Bira.
Setelah cukup puas main air di pulau Kambing, pulau Liukang pun jadi tujuan berikutnya. Pulau Liukang hanya berjarak beberapa menit memakai speedboat, dan ternyata pemandangan pantai yang putih serta pantulan warna laut dan pantai yang biru membuat unik pemandangan disini. Pemandangan biru lautnya lebih bagus di banding pulau Kambing tetapi saya tidak sempet snorkeling disekitar sini, hanya beristirahat di warung yang berada di atas laut sambil menikmati keindahan alam sekitar. Setelah cukup puas juga istirahat di warung makan di pulau Liukang, kami balik ke Pantai Bira untuk mengejar tujuan2 berikutnya.
Pulau Kambing, Bulukumba - Sulsel
Pulau Liukang, Bulukumba - Sulsel Pulau Kambing, Bulukumba - Sulsel
Pulau Kambing dan Pulau Liukang
Setelah sampai di Tanjung Bira kembali, kami chek out dan pindah hotel ke sebelah hotel sebelumnya. Setelah itu kembali keliling di sekitar Tanjung Bira, yaitu melihat-lihat pusat pembuatan perahu phinisi di Tana Beru. Ketika sampai di Tanaberu jujur saya tidak terlalu terkesima seperti ketika saya pertama melihat phinisi di Panrang Luhu. Mungkin karena ekspektasi saya terlalu tinggi kalo Tana Beru itu sebagai pusat pembuatan Phinisi di Bulukumba, ternyata perahu-perahu yang di bikin disini tidak sebesar dan seraksasa yang dibikin di Panrang Luhu. Walopun disini lebih banyak perahu (atau banyak sekali) yang berjejer sedang di bangun tapi secara ukuran tidak ada apa2nya di banding di Panrang Luhu. Begitupun pemandangan pantainya, di Tanaberu terlihat sedikit kumuh dan kotor sebaliknya di Panrang Luhu benar2 spektakuler. Setelah keliling di Tanaberu .. perjalanan di lanjutkan ke Pantai Lemo-Lemo yang menjadi salah satu pusat pembuatan Phinisi juga. Jalan menuju ke Pantai Lemo-pemo benar-benar sepi dan lumayan jauh, dan ketika sampai kesana pantainya benar2 sepi, disini pengrajin yg sedang mengerjakan Phinisi hanya ada 3 perahu dan itu pun kecil2.
Setelah keliling ke pengrajin kapal Phinisi, suasana gelapun mulai menutupi langit Tanjung Bira, dan akhirnya kami harus beristirahat sebelum esok hari akan chek out dan keliling lebih jauh untuk menuju Desa Tana Towa di Kajang, yang diteruskan kembali ke arah Makassar. Bersambung…